Dear peers,
Mungkin gw bukan coworker/peer yang baik buat kalian. Gw selalu datang ontime dan sebisa mungkin gw selalu pulang ontime. Gw sangat teratur dan selalu membuat jadwal pekerjaan yang harus kalian tepati/kerjar? Gw sangat detail, gw menuntut hasil yang perfect, dan gw ga suka memanipulasi data. Gw ga suka menuruti perintah yang ga bener, siapaun dia. Sori klo gw selalu terlihat sibuk saat bekerja dan sangat leyeh2 saat istirahat. Sori klo gw sangat menyebalkan. Tapi sesungguhnya kalian lebih menyebalkan. I’m sick of you guys. Stop ngomongin kekurangan orang lain. Stop ngeluh soal kerjaan. Stop membangga-bangakan diri. Stop ngomongin gaji. Stop pura-pura kerja saat bos ada dan menghilang leyeh2 telpon2an saat bos pergi. Please build respect and empathy in your heart! Please give them your professionalism and integrity, please.
Dan terakhir please have FUN at break time.
Regards,
your peer
Ya, saya mempunyai mayoritas pengalaman buruk bersama Transjakarta. Oleh karena itu saya tetap tidak menganggap Tranjakarta adalah solusi yang efektif. Masih jauh dari upaya meyelesaikan macet Jakarta. Sejujurnya saya bukan orang yang suka mengeluh, tapi jika sedang bersama Tranjakarta ini, tingkat kesebalan saya dapat melebihi batas toleransi yang saya punya.
Hari ini saya berangkat terlalu pagi kekantor. Layaknya rutinitas, saat membuka laptop pertama kali, saya membaca-baca Yahoo! News. Seakan pas sekali, salah satu kabar yang muncul adalah 10 Kereta Tercepat di Dunia. Dan saya sangat amat tertarik untuk membacanya. Dari dahulupun saya mempunyai ketertarikan khusus dengan transportasi masa. Dahulu, tugas praktikum menggambar teknik kelompok saya adalah menggambar kereta dan saya berserta tim menggambar Shinkansen, kereta peluru di Jepang dengan kecepatan 443 km/jam. Saat itu Shinkansen masih kereta peluru tercepat didunia. Saya sangat mengaguminya, ya sangat. Mungkin nanti akan saya tunjukkan hasil karya kami bertiga *hugs*
Tetapi berkembangnya teknologi menciptakan kereta peluru cepat lainnya. Rekor tertinggi dimiliki oleh Jerman dengan Transrapid atau TR-09 dengan kecepatan 450 km/jam. Selanjutnya kereta peluru ini mayoritas berkecepatan 380 km/jam yang dimiliki oleh Prancis (TGV Réseau) dan Cina (CRH380A).
Sisanya berkisar antara 330 km/jam – 300 km/jam. Belgia (HSL 1; 300 km/jam), Italia (ETR 500 atau Elettro Treno Rapido 5000; 300 km/jam), UK (Eurostar; 300km/jam), Spayol (AVE Talgo; 330 km/jam), Taiwan (THSR 700T; 335,5 km/jam), Korsel (KTX II atau KTX-Sancheon; 325,4 km/jam).
Indonesia? Yeah, please do not daydreaming, back to work. *meringis *buka ISO 26000
FYI, kereta peluru ini bentuknya sangat aerodinamis loh, futuristik. Yang paling fenomenal adalah CRH380A yang dimiliki oleh Cina.

Dan memakai teknologi cangih, bahkan ada yang menggunakan teknologi magnet, go green sekali dan saya sangat suka. Yaitu, Maglev! Dengan kecepatan maksimal 431 km/jam. Kereta Cina ini dibuat oleh Jerman dengan menggunakan teknologi magnetic levitation. Sesungguhnya saya menjadi suka Jerman sekali. They’re so clever, aren’t they?

Menulis tentang hal ini membuat mood kembali ceria, setelah kesal yang teramat sangat dengan Tranjakarta kemarin :D
Semoga bermanfaat yaa,
Cheers!



